Apakah Herd Immunity Covid Sudah Tercapai?Begini Kalkulasi Hingga Pencegahan Virus Covid

Posting : 13 Jan 2021



Herd Immunity atau kekebalan kawanan atau kekebalan kelompok selalu menjadi target dalam penanganan pada pandemi. Tujuan vaksinasi ialah herd immunity.

Vaksinasi menimbulkan berbagai efek pada tubuh kita. Hal ini disebabkan adanya perbedaan sistem imun/kekebalan setiap orang. Ada yang mengalami sakit kepala/pusing, lemas, kunang-kunang, dan sebagainya. Bagaimana dengan vaksinasi secara alami atau sering disebut Orang Tanpa Gejala?

Pada umumnya, orang tanpa gejala tidak merasakan atau memiliki gejala dari virus yang menyerang. Hal ini disebabkan sistem imun orang tersebut yang kuat atau bisa karena pola makan/kebiasaan yang selalu meningkatkan sistem imun.

Bagaimana dengan kondisi saat ini pandemi covid apakah sudah tercapai herd immunity?

Secara data yang kami terima dan keterangan dari dokter yang menangani pasien diduga covid kalkulasinya 3 dari 20 sample saat ini negatif. Artinya 17orang dipastikan/diperkirakan positif covid. Artinya 15 sample dari 100 sample atau 85% kemungkinan besar positif. Sample tersebut diambil dari pasien yang dicurigai atau dalam perawatan atau sering disebut suspect.

Data dari BNPB per 13 Januari 2020 jumlah sample harian sebanyak 71689 spesimen. Dengan jumlah positif covid 11.278 pasien. Jumlah pasien terkonfirmasi positif telah mencapai 858.043. Bila menggunakan pola Multilevel Marketing 1pasien menularkan ke 4 orang (anggota keluarga) saja artinya sudah 3juta orang kemungkinan positif. 

Bila dikurangi dengan data yang terdeteksi artinya ada 2juta orang lebih tidak terdeteksi atau orang tanpa gejala. 2juta orang tersebut kembali menularkan ke 4 orang lainnya entah di jalan, angkutan umum atau pasar setidaknya 8juta orang terkontaminasi. 

Sebegitu banyaknya yang telah terkontaminasi hal ini memberatkan dalam hal pemenuhan alat tes, pemerintah indonesia saat ini hanya melakukan tracing/uji swab pcr hanya kepada orang yang memiliki gejala guna diberikan penanganan/perawatan medis.

"Bagi yang tidak mengalami gejala serius, covid hanya seperti sakit flu atau batuk biasa dan tidak mematikan. Covid hanya akan berakibat fatal bagi pasien komorbid atau memiliki penyakit bawaan dan pasien yang memiliki sistem imun yang rendah dapat seketika meninggalkan dikarenakan kekurangan oksigen dalam darah". Ujar dr. M. Miftahuddin

"Orang yang mengalami gejala ringan atau tanpa gejala akan menuju ke kondisi atau fase kritis memakan waktu hingga 14 hari. Akan semakin cepat apabila memiliki penyakit penyerta atau bawaan. Beberapa kasus hanya 3-7hari sesuai dengan kondisi/sistem imun pasien". Imbuhnya.

Beberapa kasus ditemukan pada pasien covid yang telah sembuh pun masih dapat menularkan virus covid 1-2bulan lamanya. Kondisi virus yang mati/tidak aktif/hibernasi tersebut dapat aktif kembali seperti virus lainnya. Kasus ini tidak terlalu mengkhawatirkan dikarenakan virus sudah mengalami gemblengan dari tentara atau sistem imun penderita asalnya sehingga mengalami penurunan kemampuan. Kondisi ini sering disebut vaksinasi alami.

Pencegahan

Mengacu atau merujuk pada agama islam, terdapat dalil yang sahih bahwa madu ialah obat dari segala penyakit yakni pada Al Qur'an surat An Nahl ayat 69. Jadi biasakan minum madu diusahakan madu murni tanpa campuran bahan lainnya seperti jelly terkadang tambahan gula/glukosa. Secara saintis Kandungan madu memiliki sifat antibiotik/antioksidan sanggup melawan virus tidak hanya covid. Saat ini madu digunakan menjadi antiseptik dan antibakteri.

Madu pun memiliki kandungan lainnya yang berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh dan energi. Selain madu, indonesia diberkahi dengan kekayaan rempah-rempahnya. Jahe, kunyit, temulawak telah terbukti meningkatkan daya tahan tubuh.

Memakai masker, rajin cuci tangan dan menjaga jarak tentu menjadi protokol yang harus diterapkan pada diri kita.

Dengan adanya kebiasaan dan pola makan baru diharapkan efek dari covid yang ringan hanya seperti flu atau batuk biasa.