Penyebab Vagina Kendur dan Cara Mengatasinya

Posting : 30 Apr 2021



Para perempuan seringkali merasa kurang percaya diri ketika sudah melahirkan. Perasaan malu di ranjang sering muncul karena merasa sensitif terhadap kualitas Miss V saat bercinta. Perempuan khawatir Miss V mereka kendur dan kurang mencengkram saat bercinta. Tak heran saat ini banyak perempuan berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi keluhan para suami.

Keluhan ini juga dikenal dengan istilah sindrom vagina kendur (vaginal relaxation syndrome). Berbagai treatnent dilakukan dari mulai metode laser hingga menggunakan metode radiofrekuensi. Fungsinya bertujuan untuk mengencangkan Miss V. 

Kondisi vagina kendur ditandai dengan hilangnya gairah bercinta, sulit mendapatkan kenikmatan seksual atau orgasme, serta dalam beberapa kasus wanita akan mengalami inkontinensia urin yaitu sulit mengendalikan laju urin. Apabila Anda mengalami tanda-tanda tersebut, bisa jadi Anda memiliki kondisi sindrom vagina kendur. Sindrom ini bisa disembuhkan dan pada kebanyakan kasus tidak membahayakan.

Lalu apa sebetulnya alasan atau faktor pemicu yang membuat Miss V kendur? 

Usia

Sindrom vagina kendur juga bisa dialami wanita yang sudah lanjut usia atau memasuki usia menopause. Pada wanita menopause atau lanjut usia, dinding vagina menipis karena kurangnya kadar kolagen dan hormon estrogen. Akibatnya, dinding vagina yang seharusnya tetap kencang dan elastis jadi mengendur. Biasanya jika diakibatkan oleh proses penuaan ini, vagina juga akan terasa lebih kering.

Berat Badan

Adanya kenaikan dan penurunan berat badan bisa menyebabkan Miss V menjadi kendur.

Melahirkan

Tekanan dari kandungan selama 9 bulan kehamilan, melahirkan beberapa anak, dan usia yang semakin bertambah menyebabkan penuaan pada area ‘Miss V’.

Berganti Pasangan

Hubungan seksual dengan bergant-ganti pasangan dapat mengakibatkan kendur pada vagina. Ukuran kelamin pria yang berbeda atau lebih besar dari kelamin yang biasa memasukinya akan mengakibatkan vagina melebar atau kendur.

Masturbasi

Masturbasi dengan menggunakan sex toys terlalu sering meski belum menikah ataupun sudah menikah sekalipun bisa juga mempengaruhi kekencangan Miss V.

Seks atau Hubungan Badan Terlalu Keras atau Kuat

Penuaan dini

Sudah pernah menjalani operasi panggul

Usia di atas 48 tahun

Kelainan hormon turunan (genetik)

Penyakit prolaps organ panggul

Penyakit yang biasanya ditandai dengan vagina mengendur.

 

Gejala lain yang mungkin menandakan penyakit ini adalah adanya rasa tertekan pada panggul atau vagina, sakit ketika berhubungan seks, benjolan pada bukaan vagina, serta sulit buang air besar.