Vaksin Covid19 Melemahkan Penerima Vaksin

Posting : 01 Jun 2021



Vaksin menjadi salah satu senjata dalam melawan virus yang telah menjadi pandemi. Beberapa ahli menyebutkan vaksin dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini dikarenakan adanya perkenalan antara antibodi dengan virus yang telah dilemahkan atau inactive.

Namun seorang dosen Universitas Indonesia Ronnie H Rusli. MS. PhD menyebutkan, "Vaksin C19 pernah saya katakan tdk menjamin tidak tertular Virus C19. Malah lebih parah karena antibodi menjadi lemah berperang melawan "inactive C19 didalam vaksin". Lebih rentan kena C19, hanya disebutkan tdk parah, tapi menjadi rentan tertular". Ujarnya melalui akun twitter pribadinya @Ronnie_Rusli saat menanggapi cuitan dari @FKadrun.

Pandemi Covid-19 saat ini diperkirakan akan berakhir minimal 5tahun. Salah satu media online detik.com memberitakan telah ditemukan setidaknya 59 varian berbahaya di Indonesia.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Prof Amin Subandrio mengungkapkan untuk sementara ini setidaknya ada 59 kasus mutasi virus Corona COVID-19 yang tergolong 'Variant of Concern' (VOC), atau varian yang perlu diwaspadai, teridentifikasi di Indonesia.

Oleh karena itu, muncul pertanyaan apakah vaksin COVID-19 efektif terhadap berbagai varian Corona tersebut?

Prof Amin Subandrio mengungkap, mengacu kepada pedoman WHO, selama efikasi vaksin COVID-19 di atas 50 persen vaksin yang saat ini sudah beredar maupun yang sedang dikembangkan masih dapat dipergunakan.